Apa Perbedaan Kista Dan Miom ?

Perbedaan Kista Dan Miom

http://perbedaanpenyakit.obatkistamanjur.com/,- Sedikit kaum wanita di Indonesia yang memahami perbedaan antara penyakit kista dan miom. Memang kedua penyakit ini sama-sama semacam tumor yang menyerang organ reproduksi wanita, hanya saja keduanya memiliki perbedaan yang cukup mendasar.

Perbedaan Penyakit Kista Dan Miom

Lalu, Apa Perbedaan Kista Dan Miom ?

  • Kista merupakan jenis tumor jinak yang berisi cairan atau jaringan tubuh seperti tulang lemak, gigi dan rambut, yang terbungkus sebuah jaringan.
  • Miom sering disebut sebagai daging tumbuh yang sebetulnya adalah jaringan di otot rahim yang berkembang menjadi tumor jinak.

Besarnya kista dan tumor bervariasi, mulai dari beberapa gram hingga mencapai 5 kg. Keduanya rentan menyerang wanita yang berusia 30 tahun.

Keluhan Penderita Kista Dan Miom

Penderita kista kadang tidak merasakan keluhan apapun. Namun apabila terjadi keluhan, keluhan yang dirasakan antara kista dan miom hampir sama, yaitu :

  • Rasa nyeri di perut bagian bawah ;
  • Nyeri saat haid ;
  • Nyeri saat berhubungan seksual ;
  • Sering buang air ;
  • Jika kista ada di rahim dan memiliki ukuran yang besar, penderita akan merasakan adanya benjolan di perut bagian bawah.

Penyebab Terjadinya Kista Dan Miom

Penyakit miom biasanya dipicu oleh faktor hormonal, stress dan gaya hidup yang kurang sehat. Ukuran miom akan bertambah selama wanita masih kondisi produktif. Miom ini akan semakin berkembang apabila terjadi kehamilan. Namun saat usia menopause. miom dapat mengecil seiring dengan turunnya kadar hormon estrogen pada wanita.

Sedangkan untuk kista, para ahli belum mengetahui penyebab terjadinya kista. Namun banyak yang menduga, kista dipicu oleh faktor keturunan dan paparan zat yang bersifat karsinogenik.

Kelainan pada organ reproduksi wanita dapat di deteksi secara dini. Penyakit organ wanita yang harus diwaspai adalah kista dan miom. Sebaiknya para wanita tidak ragu untuk memeriksakan organ reproduksinya sedini mungkin untuk mencegah terjadinya kelainan organ reproduksi yang lebih lanjut.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *